SAP Business Data Cloud: Apa Artinya bagi Pembeli Datasphere di 2026
Tim yang sedang menyusun anggaran data warehouse SAP untuk tahun ini menemukan hal yang membingungkan: SAP Datasphere yang mereka evaluasi tahun lalu tidak lagi muncul sebagai layanan yang bisa dibeli sendiri lewat skema langganan biasa. Bukan karena produknya dihentikan, melainkan karena cara membelinya berubah. Sejak awal 2026, Datasphere dijual melalui payung baru bernama SAP Business Data Cloud. Artikel ini menjelaskan apa yang sebenarnya berubah dari sisi komersial, siapa yang terdampak, dan kapan sebaiknya Anda ikut pindah — bahan keputusan sebelum menandatangani atau memperpanjang kontrak. Dalam kategori Data Warehouse Solutions di lanskap SAP, ini termasuk perubahan terpenting sepanjang 2026.
Secara singkat: SAP Business Data Cloud (BDC) adalah platform data SaaS terkelola dari SAP yang menyatukan dan meng-govern data SAP maupun pihak ketiga dalam satu fondasi tepercaya untuk analitik dan AI. Diperkenalkan Februari 2025, BDC menaungi SAP Datasphere, SAP Analytics Cloud, SAP BW, dan SAP Databricks di atas arsitektur business data fabric.
Pergeserannya halus tapi berdampak nyata pada anggaran dan roadmap. Kita akan bahas apa itu BDC, apakah Datasphere masih dijual terpisah, apa yang berubah versus tetap bagi pelanggan lama maupun baru, posisi tiap komponen, dan (bagian yang jarang ditulis) kapan justru lebih bijak menunggu.
Apa Itu SAP Business Data Cloud — dan Mengapa Ini Mengubah Cara Anda Membeli Datasphere
SAP Business Data Cloud adalah payung platform, bukan sekadar satu produk baru. Ia menyatukan empat hal yang sebelumnya dijual dan dipikirkan terpisah: SAP Datasphere (integrasi dan pemodelan data), SAP Analytics Cloud (business intelligence dan perencanaan), modernisasi SAP Business Warehouse, dan SAP Databricks (data engineering dan AI), semuanya di atas satu fondasi business data fabric.
Yang membuatnya relevan bagi pembeli: karena Datasphere kini menjadi komponen di dalam BDC, cara memperolehnya untuk langganan baru pun berpindah ke payung ini. Menurut SAP, BDC adalah solusi SaaS terkelola penuh yang “menyatukan dan meng-govern seluruh data SAP dan terhubung mulus dengan data pihak ketiga”, diperkenalkan 13 Februari 2025 bersama kemitraan dengan Databricks (SAP News Center, Februari 2025).
Dua konsep khas BDC layak dikenali sejak awal. Pertama, business data fabric: arsitektur yang menghubungkan data dan konteksnya dalam satu fondasi ter-governance, mencakup integrasi, lakehouse, semantics, hingga data marketplace. Kedua, curated data products: dataset yang sudah dikurasi dan di-governance, dibangun memakai pengetahuan aplikasi SAP, sehingga tim analitik bisa mengonsumsinya tanpa harus memahami model data mentah di baliknya. Keduanya adalah alasan SAP menyebut BDC sebagai fondasi tepercaya untuk AI, bukan sekadar gudang data biasa.
Apakah SAP Datasphere Masih Dijual Terpisah di 2026?
Tidak lagi untuk langganan baru pada skema BTPEA/CPEA/PAYG. Sejak 1 Januari 2026, SAP Datasphere dan SAP Analytics Cloud dihapus dari daftar Eligible Cloud Services pada skema tersebut untuk pelanggan baru, dan kini dibeli melalui SAP Business Data Cloud. Ini perubahan cara membeli, bukan penghentian produk. Datasphere tetap ada dan berfungsi sebagai komponen di dalam BDC.
Istilahnya terdengar teknis. BTPEA, CPEA, dan PAYG (pay-as-you-go) adalah skema kredit komersial SAP Business Technology Platform yang selama ini dipakai banyak perusahaan untuk melanggan layanan cloud SAP, termasuk Datasphere. Yang dihapus adalah kelayakan Datasphere/SAC untuk dibeli baru lewat skema itu, bukan keberadaan layanannya.
Ada nuansa dua tanggal yang penting untuk akurasi dan sebaiknya tidak direduksi jadi satu. Menurut pengumuman resmi SAP, per 1 Januari 2026 Datasphere dan SAC dihapus dari Eligible Cloud Services untuk langganan baru pada skema BTPEA/CPEA/PAYG; dan layanan yang sama tidak tersedia untuk perpanjangan (renewal) pada perjanjian skema tersebut ke depan (SAP Community, diakses Juli 2026). Layanan yang identik tetap tersedia, hanya kini lewat BDC.
Satu efek samping teknis kerap disalahpahami: di SAP BTP cockpit, Datasphere bisa muncul dengan penanda deprecated service. Itu konsekuensi perubahan skema penjualan, bukan tanda produk dimatikan; layanannya tetap berjalan penuh melalui BDC.
Apa yang Berubah dan Apa yang Tetap: Pelanggan Existing vs Pembeli Baru
Ringkasnya: yang berubah adalah jalur pembelian ke depan, sedangkan pelanggan existing tidak terganggu. SAP menyatakan tenant Datasphere dan SAC yang sudah berjalan dipertahankan di bawah BDC tanpa perlu migrasi teknis. Pelanggan BTPEA/CPEA yang membeli cloud credits sebelum 1 Januari 2026 pun dapat terus memakainya sepanjang masa perjanjian.
Bagi Anda yang sudah memakai Datasphere atau SAC hari ini, tidak ada tombol darurat yang harus ditekan. Tenant tetap hidup, data tetap di tempatnya, dan tidak ada proyek migrasi mendadak. Transisi ke model BDC bisa direncanakan bertahap. Justru di sinilah keputusan yang bagus lahir dari roadmap analitik dan AI yang nyata, bukan dari tekanan jadwal.
Bagi pembeli baru, titik masuknya kini adalah BDC sejak awal. Tabel berikut merangkum garis pemisahnya.
| Aspek | Yang berubah | Yang tetap |
|---|---|---|
| Cara membeli (langganan baru) | Datasphere & SAC dihapus dari Eligible Cloud Services BTPEA/CPEA/PAYG (1 Jan 2026); dibeli via BDC | Produknya sama; kapabilitas inti tidak hilang |
| Perpanjangan skema lama | Tidak tersedia untuk renewal pada perjanjian skema tersebut ke depan | Perjanjian berjalan tetap dipakai sampai berakhir |
| Pelanggan existing | Jalur pembelian ke depan mengarah ke BDC | Tenant dipertahankan; tanpa migrasi teknis; cloud credits yang sudah dibeli tetap berlaku |
| Posisi produk | Datasphere/SAC menjadi komponen di dalam BDC | Datasphere/SAC tetap ada dan berfungsi |
Implikasi anggarannya sederhana: jika perusahaan Anda merencanakan langganan Datasphere baru di 2026, arahkan perencanaan ke jalur BDC. Pertanyaannya pun bergeser dari “Datasphere atau bukan” menjadi “bagian BDC mana yang benar-benar saya butuhkan sekarang”.
SAP Business Data Cloud, Datasphere, dan BW/4HANA: Di Mana Posisi Masing-Masing
Setelah aturan komersialnya jelas, peta produknya lebih mudah dicerna. BDC adalah payung; Datasphere dan SAC adalah komponen di dalamnya; sedangkan SAP BW/4HANA tetap berdiri sebagai data warehouse existing dengan dukungan jangka panjang. Ketiganya tidak saling menggantikan, melainkan menempati lapisan yang berbeda.
Satu klarifikasi faktual penting agar tidak keliru menghitung umur investasi. SAP memperpanjang mainstream maintenance SAP BW/4HANA hingga akhir 2040, selaras dengan roadmap SAP S/4HANA dan SAP Business Suite (SAP Community). Ini berbeda dari SAP BW 7.5 yang lebih lama; versi itu didukung mainstream hanya sampai 2027 (diperpanjang hingga 2030). Menyebut “BW berakhir 2027” tanpa membedakan versi adalah kesalahan yang umum.
| Komponen | Peran di 2026 | Catatan |
|---|---|---|
| SAP Business Data Cloud | Payung platform data (SaaS) untuk analitik & AI | Diperkenalkan 13 Feb 2025 |
| SAP Datasphere | Fondasi data ter-governance / business data fabric | Kini komponen di dalam BDC |
| SAP Analytics Cloud | Lapisan business intelligence & perencanaan | Komponen BDC |
| SAP BW/4HANA | Data warehouse existing (on-prem/private) | Didukung hingga 2040 |
| SAP Databricks | Engine AI/ML & data engineering (native) | Dijual SAP sebagai bagian BDC |
Databricks di dalam BDC menempati peran spesifik: SAP Databricks adalah versi terkelola yang dijual SAP sebagai bagian dari BDC, dengan zero-copy Delta Sharing dua arah sehingga data tidak perlu digandakan sambil tetap menjaga semantik data SAP. Sebagai konteks tambahan, sejak November 2025 SAP juga mengumumkan SAP Snowflake sebagai solution extension untuk BDC (ketersediaan umum direncanakan Q1 2026), memperluas pilihan engine data di atas business data fabric yang sama. Karena lapisan analitik seperti SAP Analytics Cloud kini ada di dalam payung ini, banyak inisiatif Business Intelligence perusahaan akan bersinggungan langsung dengan keputusan BDC.
Perlukah Anda Buru-Buru Pindah ke BDC? Kapan Menunggu Lebih Bijak
Belum tentu perlu buru-buru. Arah investasi SAP memang jelas menuju BDC, tetapi pengumuman resmi SAP sendiri menegaskan pelanggan existing dapat melanjutkan tanpa gangguan dan tanpa migrasi teknis. Keputusan pindah sebaiknya dipandu kebutuhan analitik dan AI yang nyata, bukan rasa takut ketinggalan atau tekanan tenggat komersial.
Bagian ini jarang ditulis, padahal di sinilah anggaran sering terselamatkan. BDC adalah bundle platform; memborong seluruh kapabilitasnya tanpa kebutuhan konkret adalah cara cepat mengubah biaya menjadi shelf-ware. Pertanyaan yang lebih sehat: data product mana yang benar-benar akan dikonsumsi, dan use case AI mana yang sudah punya pemilik.
Sebagai panduan arah (bukan resep kaku), pola berikut sering masuk akal di lapangan:
- Pembeli baru: evaluasi lewat BDC sejak awal, tetapi mulai dari kebutuhan analitik/AI yang konkret; hindari over-buy bundle penuh hanya karena tersedia.
- Pelanggan Datasphere/SAC existing: lanjutkan dulu, petakan roadmap, lalu transisikan ke BDC bertahap.
- Pengguna BW/4HANA: pertahankan sebagai warehouse existing (didukung hingga 2040); modernisasi ke BDC opsional dan berbasis kebutuhan.
Sinyal bahwa Anda memang siap: ada use case AI/analitik dengan pemilik yang jelas, tim yang siap mengonsumsi data products, dan roadmap data yang menuntut penyatuan sumber SAP dan non-SAP. Tanpa itu, menunggu satu-dua siklus anggaran sambil membereskan fondasi data sering menjadi keputusan yang lebih murah dan lebih aman.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apakah SAP Datasphere masih dijual terpisah di 2026?
Tidak lagi untuk langganan baru pada skema BTPEA/CPEA/PAYG. Sejak 1 Januari 2026, SAP Datasphere dan SAP Analytics Cloud dihapus dari daftar Eligible Cloud Services skema tersebut dan kini dijual melalui SAP Business Data Cloud. Ini perubahan cara membeli, bukan penghentian produk. Datasphere tetap ada sebagai komponen di dalam BDC, dan pelanggan lama dapat melanjutkan tanpa gangguan.
Apa itu SAP Business Data Cloud (BDC)?
SAP Business Data Cloud adalah solusi SaaS terkelola yang menyatukan dan meng-govern data SAP maupun pihak ketiga dalam satu fondasi tepercaya untuk analitik dan AI. Diperkenalkan 13 Februari 2025, BDC menaungi SAP Datasphere, SAP Analytics Cloud, SAP Business Warehouse, dan SAP Databricks di atas arsitektur business data fabric, lengkap dengan curated data products dan insight apps siap pakai.
Apa yang terjadi pada pelanggan SAP Datasphere/SAC yang sudah ada?
Pelanggan existing tidak terganggu. Menurut pengumuman resmi SAP, tenant Datasphere dan SAC yang sudah berjalan dipertahankan di bawah SAP Business Data Cloud tanpa perlu migrasi teknis. Pelanggan BTPEA/CPEA yang membeli cloud credits sebelum 1 Januari 2026 dapat terus menggunakannya sepanjang masa perjanjian. Transisi ke BDC bisa dilakukan bertahap, bukan mendadak.
Apa bedanya SAP Business Data Cloud dan SAP Datasphere?
SAP Datasphere adalah salah satu komponen; SAP Business Data Cloud adalah payung platformnya. Datasphere menangani integrasi, federasi, dan pemodelan data ter-governance sebagai fondasi data fabric. BDC membungkus Datasphere bersama SAP Analytics Cloud, SAP BW, dan SAP Databricks menjadi satu platform SaaS untuk analitik dan AI. Singkatnya: Datasphere mesin datanya, BDC platform yang menaunginya.
Apakah SAP Business Data Cloud termasuk SAP Analytics Cloud?
Ya. SAP Analytics Cloud adalah komponen resmi di dalam SAP Business Data Cloud, berperan sebagai lapisan business intelligence dan perencanaan (dashboard, reporting, planning) di atas data yang dikelola BDC. Sama seperti Datasphere, sejak 1 Januari 2026 SAC untuk langganan baru pada skema BTPEA/CPEA/PAYG dijual melalui BDC, bukan lagi sebagai layanan mandiri pada skema tersebut.
Apa peran Databricks di SAP Business Data Cloud?
SAP Databricks adalah versi terkelola SAP dari platform Databricks yang tertanam native di dalam BDC dan dijual oleh SAP sebagai bagian dari BDC. Perannya: data engineering, machine learning, dan AI atas data SAP yang kaya semantik, dengan zero-copy Delta Sharing dua arah sehingga data tidak perlu digandakan. Sejak November 2025, SAP juga menambahkan SAP Snowflake sebagai extension BDC.
Apakah SAP BW/4HANA masih didukung?
Ya, dan dalam jangka panjang. SAP memperpanjang mainstream maintenance SAP BW/4HANA hingga akhir 2040, selaras dengan roadmap SAP S/4HANA dan SAP Business Suite. Catatan penting: SAP BW 7.5 yang lebih lama berbeda, didukung mainstream sampai 2027 dan diperpanjang hingga 2030. BW/4HANA tetap relevan sebagai data warehouse existing, dengan jalur modernisasi menuju BDC bila dibutuhkan.
Kesimpulan
Perubahan di 2026 lebih soal cara membeli ketimbang soal produk. Datasphere dan SAC tidak dihentikan; keduanya kini diperoleh melalui SAP Business Data Cloud, sementara pelanggan lama berjalan tanpa gangguan dan BW/4HANA tetap didukung hingga 2040. Keputusan terbaik berangkat dari kebutuhan analitik dan AI yang nyata, bukan dari tekanan jadwal. Perubahan kemasan lisensi SAP memang bisa membingungkan; sebagai SAP Platinum Partner melalui United VARs, Soltius membantu menakar apakah dan kapan BDC tepat untuk lanskap data Anda, sering kali beriringan dengan strategi migrasi ERP ke cloud yang lebih luas.
Untuk mendiskusikan apakah BDC atau Datasphere yang paling pas dengan roadmap data perusahaan Anda, kunjungi soltius.co.id.