Tranding
Sunday, March 8, 2026
Nurdin Purnomo: Kesempatan terbuka luas dengan kenal budaya China
Travel / Juli 23, 2023

Nurdin Purnomo: Kesempatan terbuka luas dengan kenal budaya China

Sosial juga kebudayaan itu penting, sebab tanpa kebudayaan, pariwisata akan gersang

Jakarta – Memahami kebudayaan China membuka banyak kesempatan bagi warga Indonesia untuk belajar kemudian mengambil hal-hal baik dari negara Asia Timur tersebut, demikian menurut pembina kebudayaan lalu olahraga lalu tokoh Tionghoa Nurdin Purnomo.

“Karena kalau kita tiada mampu bahasanya, lalu tiada ada tahu kebudayaan China, bagaimana kita mampu jadi bekerja mirip kalau bahasa yang mana mana dituturkan sekadar berbeda,” kata Nurdin saat dihubungi pada Jakarta, Sabtu.

Pernyataan Nurdin disampaikan terkait dengan pameran seni kaligrafi China "The Fourth OCCA Calligraphy and Painting Exhibition" yang tersebut digelar pada Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, juga dibuka Jumat (20/10).

Ia mengatakan, wawasan lalu pengetahuan tentang China yang dimaksud didapat warga Indonesia adalah jembatan untuk belajar lebih lanjut lanjut dalam tentang China supaya dapat semata mengambil hal-hal yang tersebut dimaksud baik dari negara itu untuk diterapkan di area dalam Indonesia.

Pemahaman terhadap budaya China, terkhusus Bahasa Mandarin, juga memberi nilai tambah bagi tenaga kerja Indonesia yang dimaksud digunakan dapat cuma dibayar lebih banyak besar tinggi sebab memahami bahasa tersebut, kata dia.

Ia berkata, China berhasil bangkit dari keterpurukan sektor sektor ekonomi pada masa lalu hingga mencapai status kegiatan ekonomi terbesar kedua di tempat area dunia saat ini kemudian sudah membantu konstruksi pada area banyak negara, khususnya pada tempat benua Afrika, sehingga layak dijadikan contoh.

Selain itu, Nurdin, yang digunakan mana berpartisipasi sebagai Ketua Pengurus Besar Persatuan Liong & Barongsai Seluruh Indonesia (PB-PLBSI) itu, mengaku bangga sebab Indonesia dapat menjadi tuan rumah bagi 60 seniman kaligrafi China yang mana berasal dari tambahan dari 40 negara sedunia.

Pameran yang dimaksud mana digelar untuk memperingati 10 tahun terjalinnya kemitraan strategis komprehensif antara Indonesia serta China yang dimaksud disebut juga bertujuan untuk menghasilkan seniman, khususnya seniman kaligrafi, semakin berdaya, ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa penyelenggaraan pameran seni yang tersebut disebut adalah salah satu kontribusi pihaknya untuk memajukan pariwisata Indonesia, lantaran pariwisata lalu kebudayaan adalah dua hal yang tersebut mana saling berkaitan kemudian perkembangannya harus berjalan beriringan.

Terlebih, kebudayaan adalah salah satu aspek yang digunakan mana dapat memajukan hubungan dua negara.

“Sosial kemudian kebudayaan itu penting, lantaran tanpa kebudayaan, pariwisata akan gersang juga hubungan antar negara jadi kering kemudian juga tersendat-sendat,” kata Nurdin yang merupakan salah satu pendiri Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) itu.

Pameran kaligrafi China hal hal tersebut digelar oleh Overseas Chinese Calligraphers Association (OCCA) kemudian Confucius Institute Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) di area dalam Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, pada 20—22 Oktober 2023.

Pameran yang mana disebut menampilkan hampir 400 kaligrafi dan juga juga lukisan China buatan seniman Tionghoa dari berbagai negara dalam tempat seluruh dunia, seperti Indonesia, China, Malaysia, serta Amerika Serikat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *